Saya selalu membatasi diri dengan mengatakan,”saya nggak bisa jualan!”. Kata-kata itu seperti dipancang keras dalam kepala saya. Saya pun ’manut’ dan tidak pernah terlintas untuk berjualan apapun sampai suatu hari saya disodorkan sebuah tantangan baru: jualan mie kocok. Tantangan menggairahkan sekaligus menyeramkan. Bak menonton film horror, takut tapi tetap menonton hingga selesai.
Suami semangat 45, saya tetap ragu melangkah. Apalagi saat rupiah demi rupiah dari tabungan kami berpindah tangan untuk menyewa tempat, membeli bahan makanan, dan membeli peralatan masak. Saya makin gemetar, saat penjualan di bulan pertama tidak menutupi gaji pegawai. Uang tabungan pun dikuras kembali.
”Sudah kecebur, jangan berhenti. Tanggung!” Itu kata suami berulang-ulang saat saya mengatakan menyerah. Jualan bukan saya banget! Jawab saya.
Tapi bukankah hidup itu adalah tantangan? Bukankah hidup akan semakin meriah jika ada tantangan? Lalu, kenapa saya mudah sekali menyerah di bulan ke dua berjualan? Seorang sahabat yang tinggal di belahan dunia lain mengatakan,”you are too long in a comfort zone, get your axx outta here!Feel the ecstasy of life!”. Saya seperti tersadar.
Saya pun mulai bersemangat. Ternyata memang menyenangkan saat kita ikhlas mengerjakan sesuatu. Rasanya beda. Dan, ternyata juga saya bisa jualan! Berarti pikiran saya kalau saya nggak bisa jualan itu, salah besar. Saya bisa karena saya mau.
Mie Kocok Haraneut, itulah nama usaha saya. Belum bisa dianggap sukses tapi tetap bergerak maju. Perlahan tapi pasti. Saya dan suami pun mulai memberanikan diri mengembangkan usaha dengan membeli gerobak mie. Selain memudahkan pegawai kami bekerja, gerobak itu juga sebagai ajang promosi. Ketika tutup panci dibuka, aroma kuah mie kocok langsung menyerang perut lapar. Kami juga nekat beli kulkas minuman ringan karena saya yakin, investasi minuman ringan tidak akan hangus.
Ternyata jualan itu menyenangkan. Saya jadi ketagihan. Sehingga ajakan beberapa teman untuk gabung dalam bisnis jualan pun saya iyakan dari mulai bisnis catering n snack, event organizer sampai ke jualan pulsa. Semuanya masih masih embryo tapi jika tidak dicoba, kita tidak pernah tahu hasilnya.
Lagian, sepertinya enak juga jadi bos dari usaha sendiri, bosan juga jadi anak buah terus….