WEDDING’S FIGHTER

Judulnya agak serem ya? Agak-agak dramatis. Tapi ini judul paling pas buat pengalaman saya di salah satu pesta perkawinan megah yang saya hadiri malam minggu lalu. Pesta perkawinan jor-joran yang diadakan di salah satu ballroom convention centre.

Pestanya berjalan lancar. Sang pasangan pengantin berjalan anggun masuk ke dalam gedung. Gaun the bride dibuat elegan gabungan barat dan timur yang menjulang panjang di belakangnya. Dibiarkan menyeret lantai yang dipenuhi bunga mawar. The Groom dengan pakaian ala Timur yang gagah. Para tamu yang berdiri tenang dan berdecak kagum dengan penampilan pengantin.

Pestanya cukup hikmat….untuk 15 menit pertama!

Wedding is not all about the bride and the groom but it’s also about a ‘WAR’

Setelah upacara seremonial kelar nih. Tamu-tamu yang awalnya berdiri anggun dan tenang berubah jadi beringas. Mereka mulai berebut untuk salaman dengan pengantin. Serobot dengan galak tanpa pandang usia yang diserobot. Mengerahkan semua tenaga HANYA untuk mengucapkan selamat. PLEASE DEH!

Sesudah itu, ’kerusuhan’ berpindah ke antrian makan, baik di meja makanan utama atau di stand-stand makanan camilan (which is..it’s not really camilan. Kambing guling is not camilan!). Menyerobot tanpa malu. Menyikut. Menginjak kaki (with high-heel). Apapun dilakukan agar bisa MAKAN dan tidak kehabisan! Tidak Cuma itu, beberapa tamu malah sengaja mengambil dalam porsi besar sehingga piring kecilnya penuh hingga hampir tumpah.

Ok, we are all hungry but…BEHAVE!

Fenomena berebut makan di pesta tidak hanya saya alami di pesta ini. Kalian juga pasti pernah kan ngerasain? Mau jaim? Nggak makan coy...!Mau berebut? Malu sama kebaya…

Rebutan makanan ini bukan karena si empunya pesta kurang menyediakan makanan. Malah kadang ada yang berlebih. Ini Cuma masalah mental kebanyakan orang, mental takut kehabisan! Mental makan gratisan. (Apa ada hubungannya dengan mental negara terjajah? 350 taun gitu loh…). They were not a bunch of poor who didn’t touch food for years! Grrr……

Ayolah, sedikit beretika. Nggak perlu berebut. Ini pesta pernikahan yang seharusnya berlangsung gembira dan tenang. Bukan menjadi ajang rebutan makan gratisan. Kasian yang punya pesta. Kasian juga para tamu yang usia lanjut. Kebanyakan dari mereka tidak kebagian makanan karena tidak sanggup berebut.

Memang, kalau urusan lapar dan gratis, nggak kaya or miskin….sama aja!

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s